Senin, 15 Desember 2014

6 Bahasa Buatan Yang Masih Bertahan dan Eksis Didunia Ini

Di dunia ini tidak semua bahasa yang mempuyai sejarah panjang. Beberapa bahasa ada yang merupakan bahasa yang secara langsung terbuat karena komunikasi suatu masyarakat, namun di beberapa tempat ada juga bahasa yang dibuat secara langsung oleh seseorang ataupun sekelompok orang, dengan maksud dan tujuan tertentu.

Bahasa buatan tercatat pertama kali disusun oleh seseorang berkebangsaan prancis yang bernama Francois Sudre pada 1827. Ia mengonstruksi bahasanya berdasarkan 7 nada dasar musik, jadi seperti nyanyi gitu deh, meski akhirnya bahasa ini tak pernah naik daun. Setelah itu mulailah bermunculan bahasa-bahasa buatan lainnya di dunia ini, namun pada akhirnya hanya membuat semak dunia ini saja karena banyak dari bahasa itu yang sekarang tak ada penututrnya.

Nah, berikut ini gue akan sajikan Bahasa Buatan yang penuturnya masih bertahan di dunia ini.

1. Esperanto

Bendera Bahasa Esperanto
Esperanto adalah bahasa artifisial yang diciptakan oleh L.L. Zamenhof, seorang Polandia. Nama "Esperanto" adalah nama samaran dari L.L Zamenhof sendiri ketika ia menerbitkan tentang bahasanya pada tahun 1887. Tujuan utama Zamenhof adalah untuk membuat bahasa netral yang mudah dipelajari dan digunakan sebagai bahasa perantara oleh berbagai orang yang memiliki bahasa ibu yang bermacam-macam.

Sampai sekarang cukup banyak turunan-turunan Bahasa Esperanto, seperti Bahasa Ido dan Bahasa Adjuvilo. Tapi sebenarnya mereka sama, berasal dari Bahasa Esperanto juga.

Penutur

Bahasa ini penuturnya cukup banyak nih, dan menjadi bahasa buatan dengan penutur terbanyak di dunia. Sampai sekarang penuturnya diperkirakan sudah berjumlah 2 juta orang.

Kisah Awal

Jadi ceritanya Zamenhof ini tinggal di sebuah daerah multilingual dimana setiap penuturnya suka bentrok hanya karena nggak menerima bahasa lain didaerahnya. 

L.L. Zamenhof dilahirkan di Białystok, Polandia (pada waktu itu masih bagian dari Rusia). Ia tumbuh berkembang di tengah-tengah komunitas yang poliglot, yang membuatnya berpikir bahwa diperlukan sebuah bahasa pemersatu yang akan mengakhiri permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan akibat adanya berbagai macam bahasa yang seringkali menimbulkan konflik dan kerisuhan. Ia menolak bahasa-bahasa besar yang ada pada saat itu (Perancis, Jerman, Inggris, Rusia) karena mereka susah dipelajari dan akan menempatkan pengguna bahasa tersebut pada posisi yang lebih diuntungkan daripada orang lain; ia juga menolak dua bahasa "mati" yang mana ia kuasai, Latin dan Yunani, karena mereka lebih susah dipelajari dan dikuasai daripada bahasa-bahasa yang lain. Ia mulai mengembangkan bahasa yang ia rencanakan sendiri, yang pada akhirnya ia sebut dengan sebutan "Lingvo Internacia", pada waktu ia mulai masuk SMA, sampai puncaknya ketika ia menerbitkan buku pengantar bahasa buatannya (untuk pembaca berbahasa Rusia). Pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga menikah dan memulai karier kedokterannya.

Kemudahan Bahasa

Bahasa Esperanto dikenal karena merupakan bahasa yang sangat mudah dpelajari. Dari pengakuan-pengakuan para pengguna bahasa ini dan juga dari bukti-bukti anekdotal, bahasa Esperanto sekitar lima kali lebih mudah dipelajari oleh pengguna bahasa Inggris daripada bahasa Spanyol, sepuluh kali lebih mudah daripada bahasa Rusia, dan "jauh lebih mudah" daripada bahasa Tionghoa, Jepang, atau bahasa Arab. Jadi jangan ragu belajar bahasa ini.

2. Ido

Bendera Bahasa Ido
Seperti yang gue katakan sebelumnya, bahasa Ido adalah produk turunan Bahasa Esperanto. Ido tercipta pada tahun 1907 oleh beberapa ahli bahasa dengan dalih ingin semakin mempermudah bahasa Esperanto yang jelas-jelas sudah mudah. Hasilnya adalah sebuah bahasa yang sangat sangat mudah untuk dipelajari. Sengaja Gue masukkan kesini karena bahasa ini adalah bahasa turunan Esperanto yang paling sukses. Meski sukses, namun bahasa ini tidak mempunyai penutur yang cukup banyak sekarang, tercatat tahun 2000 hanya mempunyai penutur tidak lebih dari 200 orang.


3. Interlingua

Lambang Interlingua
Interlingua adalah bahasa buatan internasional (IAL) yang dikembangkan antara 1937 sampai 1951 oleh International Auxiliary Language Association (iala). Interlingua merupakan bahasa buatan yang kedua atau ketiga terbaik (setelah Esperanto dan mungkin Ido) dan juga bahasa buatan naturalis yang terpopular. Sebagian besar perbendaharaan kata, tatabahasa, dan fitur-fitur yang lain berasal dari bahasa alami. Interlingua dikembangkan untuk menggabungkan tatabahasa yang mudah dan hampir tetap dengan perbendaharaan kata yang sepunya dengan paling banyak bahasa yang mungkin.

 Justru, ia amat mudah dipelajari, paling tidak untuk mereka yang bertuturan bahasa asli yang merupakan sebagian sumber perbendaharaan kata dan tata bahasa Interlingua. Sebaliknya, Interlingua juga bisa digunakan sebagai pengenalan singkat ke banyak bahasa alami. Interlingua juga luar biasa karena dapat dipahami dengan cepat oleh ratusan juta orang yang bertuturan bahasa Romawi.

Nama "Interlingua" berasal dari kata-kata Latin, inter yang berarti "antara" dan lingua yang berarti "lidah" ​​atau "bahasa". Morfem-morfem itu adalah tepat sama dalam bahasa Interlingua. Justeru, Interlingua adalah "antara bahasa" atau "bahasa transisi". Penggunanya mencapai 1500 pada tahun 2000

4. Lingua Franca Nova

Bendera Lingua Franca Nova
Lingua Franca Nova adalah sebuah bahasa artifisial yang diciptakan oleh Dr. C. George Boeree dari Universitas Shippensburg, Pennsylvania. Bahasa ini berdasarkan bahasa Perancis, Italia, Portugis, Spanyol, dan Katalan. Lingua Franca Nova biasanya disingkat sebagai LFN dan juga disebut sebagai Europijin atau Creol. Bahasa ini dieja secara fonetis menggunakan 21 huruf dari abjad Latin atau abjad Sirilik.

Tatabahasanya diilhami oleh bahasa kreol Roman. Oleh karena itu mirip kebanyakan kreol, LFN memiliki sistem tatabahasa yang sangat sederhana. Namun bukan berarti sistem ini tidak memungkinkan seseorang tidak memiliki daya ekspresi seperti dalam bahasa lainnya. Penggunanya hingga sekarang berjumlah lebih dari 200.


5. Lingwa De Planeta

Lingwa de planeta (juga disebut Lidepla, LDP) adalah bahasa tambahan internasional, pembangunan yang dimulai pada tahun 2006 di Saint-Petersburg, Rusia, oleh sekelompok penggemar, dengan Dmitri Ivanov menjadi pemimpin proyek. Versi dasar bahasa diterbitkan pada tahun 2010. Lidepla didasarkan pada paling banyak digunakan bahasa di dunia, termasuk bahasa Arab, Cina, Inggris, Perancis, Jerman, Hindi, Persia, Portugis, Rusia dan Spanyol. Penuturnya gimana? Kurang lebih 50-an lah -lumayan-. Namun Lambang dan Benderanya tetap kurang jelas.

6. Volapuk

Lambang Bahasa Volapuk
Volapük adalah bahasa yang dibuat tahun 1879–1880 oleh Johann Martin Schleyer, pastor Gereja Katolik Roma di Jerman. Schleyer merasa bahwa Tuhan memberitahunya melalui mimpi untuk membuat bahasa intenasional. Konvensi Volapük dilakukan tahun 1884 (Friedrichshafen), 1887 (München), dan 1889 (Paris). Dua pertemuan awal menggunakan bahasa Jerman, dan konferensi terakhir menggunakan bahasa Volapük. Penuturnya berjumlah 20 orang saat tahun 2000, tapi sekarang ga tau deh gimana nasib bahasa ini.






Kalian mau belajar bahasa buatan nggak? Gue saranin belajar bahasa Esperanto aja, karena selain mudah, penuturnya juga lumayan banyak. Untuk apa juga kalau belajar bahasa tapi gak ada yang pakai kan :v ?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WOWW!!!

MENGAPA TIDAK LIKE AJA UNTUK MENDAPAT UPDETAN BLOG INI?